ovie.sihaloho10's blog

mencari dan memberi yang terbaik

cerita inspirasi by ovie

Author: ovie.sihaloho10
09 15th, 2010

Nama : Ovie Indria Serena
NIM : C14100004
Lascar : 28

Tokoh yang sangat menginspirasi saya adalah Taufik Hidayat. Sang pemain bulutangkis asal Indonesia yang telah mengharumkan nama Indonesia. Sudah banyak sekali medali yang diperolehnya oleh hasil kerja kerasnya. Misalnya saja pada kejuaraan Athena yang berhasil memperoleh medali emas. Bukan hanya itu, dia juga masih banyak lagi medali serta penghargaan dari usahanya itu.
Taufik Hidayat (lahir di Bandung, Jawa Barat, 10 Agustus 1981; umur 29 tahun) adalah pemain bulu tangkis tunggal putra dari Indonesia yang berasal dari klub SGS Elektrik Bandung dengan tinggi badan 176 cm.
Putra pasangan Aris Haris dan Enok Dartilah ini adalah peraih medali emas untuk Indonesia pada Olimpiade Athena 2004 dengan mengalahkan Seung Mo Shon dari Korea Selatan di babak final. Pada 21 Agustus 2005, dia menjadi juara dunia dengan mengalahkan permain peringkat 1 dunia, Lin Dan di babak final, sehingga menjadi pemain tunggal putra pertama yang memegang gelar Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis dan Olimpiade pada saat yang sama. Selain itu, ia juga sedang memegang gelar juara tunggal putra Asian Games (2002, 2006). Ia tampil di Olimpiade Beijing 2008, namun langsung kalah di pertandingan pertamanya, melawan Wong Choong Hann di babak kedua.
Selain itu, dia juga telah enam kali menjuarai Indonesia Terbuka: 1999, 2000, 2002, 2003, 2004, dan 2006.
Pengalaman lainnya antara lain pada Piala Thomas (2000, 2002, 2004, 2006, dan 2008) serta Piala Sudirman (1999, 2001, 2003, dan 2005).
Ia menikahi Ami Gumelar, putri Agum Gumelar dan Linda Amalia Sari. Mereka telah dikaruniai seorang putri pada tanggal 3 Agustus 2007, yang kemudian diberi nama Natarina Alika Hidayat. Kelahiran putrinya ini tepat beberapa hari sebelum ia berangkat ke Kuala Lumpur, Malaysia untuk mengikuti Kejuaraan Dunia. Kemudian mereka telah dikaruniai seorang putra pada tanggal 11 Juni 2010, yang kemudian diberi nama Nayutama Prawira Hidayat.
Taufik kemudian mundur dari Pelatnas Cipayung pada 30 Januari 2009. Setelah itu ia menjadi pemain profesional. Beberapa waktu lalu ia juga menjalin bisnis dengan Yonex dalam pengadaan alat olahraga.
Walaupun dia sudah tidak lagi main di pelatnas, nmaun dia tetap pebulutangkis sejati yang sangat saya idolakan. Lewat kegigihannya itulah saya suka. Sempat saya berfikir untuk jadi pebulutangkis seperti dirinya, namun memang saya belum cocok saja jadi pebulutangkis. Masih perlu banyak belajar.